Kebahagiaan bukanlah terletak pada banyaknya harta, atau pada otoritas kedudukan, atau pada banyaknya anak, bukan juga karena mendapat manfaat, atau terdapat dalam ilmu material.
Kebahagiaan merupakan hal yang abstrak, dan tidak dapat diindera dengan mata telanjang,tidak dapat diukur dengan ukuran jumlah, bukan benda yang dapat didepositokan ditempat penyimpanan uang, dan tidak juga dapat dibeli dengan dollar atu dinar.
Kebahagiaan adalah sesuatu yang dirasakan oleh manusia di dalam hati, kebeningan jiwa, ketenteraman hati, kelapangan dada dan kelegaan nurani.
Kebahagiaan muncul dari dalam diri manusia. Dia tidak diimpor dari luar. Bila kebahagiaan merupakan pohon yang tumbuh dalam jiwa dan hati manusia, maka sesungguhnya keimanan kepada Allah dan hari akhirat adalah air, makanan, udara, dan cahayanya.
Ketenangan jiwa-tanpa diragukan-menjadi sumber pertama dari kebahagiaan. Hidup telah mengajari kita bahwa kebanyakan manusia yang gelisah dan tidak tenang adalah orang-orang yang tidak mendapatkan nikmatnya iman dan embunnya keyakinan.
Ketenangan ini merupakan roh dari Allah swt, cahaya yang menenteramkan orang yang takut, menenangkan orang yang gelisah, menghibur orang yang bersedih, melemaskan otot orang yang letih, menguatkan orang yang lemah dan membimbing orang yang kebingungan.
Orang-orang yang obyektif dalam menilai sesuatu akan mengetahui bahwa jalan yang paling baik, paling dekat, paling aman untuk meraih ketenangan hanyalah jalan wahyu ilahi. Sesungguhnya Ia adalah pelindung dari keraguan,dan kegelisahan yang menteror, Allah swt berfirman :
“Maka berpegang teguhlah kamu kepada agama yang telah diwahyukan kepadamu. Sesungguhnya kamu berada di atas jalan yang lurus.” ( QS Az-Zukhruf : 43)
Perasaan manusia dan keyakinannya bahwa ia berada di jalan kebenaran yang jelas (Al-Haq Al-Mubin) dan di atas jalan yang lurus ( Ash-Shirath Al Mustaqim) adalah perasaan yang tidak mungkin diraih oleh orang selain orang mukmin yang mengimani wahyu dan petunjuk Allah swt.
Sesungguhnya secara eksklusif, hanya wahyu yang menjadi jalan tunggal menuju keyakinan tentang alam semesta. Tanpa wahyu tidak mungkin ada keyakinan. Tanpa keyakinan tidak mungkin ada ketenangan. Dan tanpa ketenangan tidak akan ada kebahagiaan…
“ (YAITU) ORANG-ORANG YANG BERIMAN DAN HATI MEREKA MENJADI TENTERAM DENGAN MENGINGAT ALLAH,INGATLAH, HANYA DENGAN MENGINGAT ALLAH , HATI MENJADI TENTERAM “ (QS.AR-RA’D : 28)