Senin, 15 Agustus 2011

Malam Lailatul Qadr


Ciri-ciri Lailatul Qodr

Dinamakan lailatul qodr karena pada malam itu malaikat diperintahkan oleh Allah swt untuk menuliskan ketetapan tentang kebaikan, rezeki dan keberkahan di tahun ini, sebagaimana firman Allah swt :

إِنَّا أَنزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةٍ مُّبَارَكَةٍ إِنَّا كُنَّا مُنذِرِينَ ﴿٣﴾
فِيهَا يُفْرَقُ كُلُّ أَمْرٍ حَكِيمٍ ﴿٤﴾
أَمْرًا مِّنْ عِندِنَا إِنَّا كُنَّا مُرْسِلِينَ ﴿٥﴾


Artinya : ”Sesungguhnya kami menurunkannya pada suatu malam yang diberkahi[1369] dan Sesungguhnya Kami-lah yang memberi peringatan. Pada malam itu dijelaskan segala urusan yang penuh hikmah, (yaitu) urusan yang besar dari sisi kami. Sesungguhnya kami adalah yang mengutus rasul-rasul.” (QS. Ad Dukhan : 3 – 5)

Al Qurthubi mengatakan bahwa pada malam itu pula para malaikat turun dari setiap langit dan dari sidrotul muntaha ke bumi dan mengaminkan doa-doa yang diucapkan manusia hingga terbit fajar. Para malaikat dan jibril as turun dengan membawa rahmat atas perintah Allah swt juga membawa setiap urusan yang telah ditentukan dan ditetapkan Allah di tahun itu hingga yang akan datang. Lailatul Qodr adalah malam kesejahteraan dan kebaikan seluruhnya tanpa ada keburukan hingga terbit fajar, sebagaimana firman-Nya :

تَنَزَّلُ الْمَلَائِكَةُ وَالرُّوحُ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِم مِّن كُلِّ أَمْرٍ ﴿٤﴾
سَلَامٌ هِيَ حَتَّى مَطْلَعِ الْفَجْرِ ﴿٥﴾


Artinya : ”Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar.” (QS. Al Qodr : 4 – 5)
Diantara hadits-hadits yang menceritakan tentang tanda-tanda lailatul qodr adalah :

1. Sabda Rasulullah saw,”Lailatul qodr adalah malam yang cerah, tidak panas dan tidak dingin, matahari pada hari itu bersinar kemerahan lemah.” Diriwayatkan oleh Ibnu Khuzaimah yang dishahihkan oleh Al Bani.

2. Sabda Rasulullah saw,”Sesungguhnya aku diperlihatkan lailatul qodr lalu aku dilupakan, ia ada di sepuluh malam terakhir. Malam itu cerah, tidak panas dan tidak dingin bagaikan bulan menyingkap bintang-bintang. Tidaklah keluar setannya hingga terbit fajarnya.” (HR. Ibnu Hibban)

3. Rasulullah saw bersabda,”Sesungguhnya para malaikat pada malam itu lebih banyak turun ke bumi daripada jumlah pepasiran.” (HR. Ibnu Khuzaimah yang sanadnya dihasankan oleh Al Bani)

4. Rasulullah saw berabda,”Tandanya adalah matahari terbit pada pagi harinya cerah tanpa sinar.” (HR. Muslim)

Terkait dengan berbagai tanda-tanda Lailatul Qodr yang disebutkan beberapa hadits, Syeikh Yusuf al Qaradhawi mengatakan,”Semua tanda tersebut tidak dapat memberikan keyakinan tentangnya dan tidak dapat memberikan keyakinan yakni bila tanda-tanda itu tidak ada berarti Lailatul Qodr tidak terjadi malam itu, karena lailatul qodr terjadi di negeri-negeri yang iklim, musim, dan cuacanya berbeda-beda. Bisa jadi ada diantara negeri-negeri muslim dengan keadaan yang tak pernah putus-putusnya turun hujan, padahal penduduk di daerah lain justru melaksanakan shalat istisqo’. Negeri-negeri itu berbeda dalam hal panas dan dingin, muncul dan tenggelamnya matahari, juga kuat dan lemahnya sinarnya. Karena itu sangat tidak mungkin bila tanda-tanda itu sama di seluruh belahan bumi ini. (Fiqih Puasa hal 177 – 178)


Perbedaan Waktu Antar Negara

Lailatul qodr merupakan rahasia Allah swt. Untuk itu dianjurkan agar setiap muslim mencarinya di sepuluh malam terakhir, sebagaimana sabda Rasulullah saw,”Carilah dia (lailatul qodr) pada sepuluh malam terakhir di malam-malam ganjil.” (HR. Bukhori Muslim).

Dari Abu Said bahwa Nabi saw menemui mereka pada pagi kedua puluh, lalu beliau berkhotbah. Dalam khutbahnya beliau saw bersabda,”Sungguh aku diperlihatkan Lailatul qodr, kemudian aku dilupakan—atau lupa—maka carilah ia di sepuluh malam terakhir, pada malam-malam ganjil.” (Muttafaq Alaihi)

Pencarian lebih ditekankan pada tujuh malam terakhir bulan Ramadhan sebagaimana diriwayatkan oleh Bukhori Muslim dari Ibnu Umar bahwa beberapa orang dari sahabat Rasulullah saw bermimpi tentang Lailatul Qodr di tujuh malam terakhir. Menanggapi mimpi itu, Rasulullah saw bersabda,”Aku melihat mimpi kalian bertemu pada tujuh malam terakhir. Karena itu barangsiapa hendak mencarinya maka hendaklah ia mencari pada tujuh malam terakhir.”

Dari Ibnu Umar bahwa Rasulullah saw bersabda,”Carilah ia di sepuluh malam terakhir. Jika salah seorang kalian lemah atau tdak mampu maka janganlah ia dikalahkan di tujuh malam terakhir.” (HR. Muslim, Ahmad dan Ath Thayalisi)

Malam-malam ganjil yang dimaksud dalam hadits diatas adalah malam ke- 21, 23, 25, 27 dan 29. Bila masuknya Ramadhan berbeda-beda dari berbagai negara—sebagaimana sering kita saksikan—maka malam-malam ganjil di beberapa negara menjadi melam-malam genap di sebagian negara lainnya sehingga untuk lebih berhati-hati maka carilah Lailatul Qodr di setiap malam pada sepuluh malam terakhir. Begitu pula dengan daerah-daerah yang hanya berbeda jamnya saja maka ia pun tidak akan terlewatkan dari lailatul qodr karena lailatul qodr ini bersifat umum mengenai semua negeri dan terjadi sepanjang malam hingga terbit fajar di setiap negeri-negeri itu.

Karena tidak ada yang mengetahui kapan jatuhnya lailatul qodr itu kecuali Allah swt maka cara yang terbaik untuk menggapainya adalah beritikaf di sepuluh malam terakhir sebagaimana pernah dilakukan oleh Rasulullah saw dan para sahabatnya.


Ciri-ciri Orang Yang Mendapatkan Lailatul Qodr

Didalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Bukhori dai Abu Hurairoh bahwa Rasulullah saw bersabda,”Barangsiapa melakukan qiyam lailatul qodr dengan penuh keimanan dan pengharapan (maka) dosa-dosanya yang telah lalu diampuni.”

Juga doa yang diajarkan Rasulullah saw saat menjumpai lailatul qodr adalah ”Wahai Allah sesungguhnya Engkau adalah Maha Pemberi Maaf, Engkau mencintai pemaafan karena itu berikanlah maaf kepadaku.” (HR. Ibnu Majah)

Dari kedua hadits tersebut menunjukkan bahwa dianjurkan bagi setiap yang menginginkan lailatul qodr agar menghidupkan malam itu dengan berbagai ibadah, seperti : shalat malam, tilawah Al Qur’an, dzikir, doa dan amal-amal shaleh lainnya. Dan orang yang menghidupkan malam itu dengan amal-amal ibadah akan merasakan ketenangan hati, kelapangan dada dan kelezatan dalam ibadahnya itu karena semua itu dilakukan dengan penuh keimanan dan mengharapkan ridho Allah swt.


Wallahu A’lam
diambil dari : http://www.eramuslim.com/ustadz-menjawab/ciri-ciri-munculnya-malam-lailatul-qodar.htm

Rabu, 20 Juli 2011

Manfaat dan Bahaya Lidah


     Sahabat Nabi , Sufyan bin Abdullah Ats Tsaqafi bercerita,"Saya pernah mendatangi Nabi dan bertanya, "Ya Rasulallah, katakanlah kepadaku sebuah pernyataan dalam Islam yang saya tidak perlu menanyakan tentang itu kepada orang lain sesudahmu!"

Beliau menjawab,"Katakanlah,"Saya beriman kepada Allah, lalu istiqomahlah!".

Saya tanyakan lagi,"Ya Rasulullah, apakah yang harus saya khawatirkan mengenai diriku?".

Beliau memegang lidahnya sendiri dan berkata, "ini". (HR. Turmudzi).


     Organ tubuh manusia yang paling mudah untuk bergerak adalah lidah dan dua bibir. Dia bergerak ketika makan dan berbicara. Terkadang dia tersenyum kadang mencibir cemberut, membayangkan suasana hati pemiliknya. Kadang menyerocos berkata-kata. Orang berkata, "memang lidah tak bertulang, tak terbataskan kata-kata. tinggi gunung seribu janji. lain di bibir lain di hati".

Ada lidah yang gemar mengobral janji tetapi tidak ditepati. Lidahlah yang bersepakat waktu tetapi tidak dilaksanakan sesuai kesepakatan, Allah berfirman,

     "Dan janganlah sekali-kali kamu mengatakan terhadap sesuatu, "Sesungguhnya aku akan mengerjakan itu esok pagi, kecuali (dengan menyebut): "Insya Allah". Dan Ingatlah kepada Rabb-mu bila kamu lupa dan katakanlah, "Mudah-mudahan Rabb-ku akan memberi petunjuk kepada yang lebih dekat kebenarannya daripada itu". (Al Kahfi: 23-24).

     Karena janji adalah hutang, dia harus ditepati. Adapun ucapan "Insya Allah" dimaksudkan untuk reserve bila ternyata Allah menentukan lain, karena Dia Maha Berkuasa atas segala sesuatu. Seseorang jangan menjadikan ucapan ini sebagai alasan bagi sikap menyalahi janjinya. Islam sama sekali tidak membenarkan orang menyalahi janji dengan sengaja.

     Menurut Ibnul Qoyyim, pada lidah ada dua penyakit besar. seseorang bisa saja selamat dari satu tapi mungkin tidak selamat dari yang lain. Penyakit pertama adalah bicara dengan kebatilan, atau tanpa kontrol sebagaimana kita lihat pada kebanyakan orang...Penyakit kedua adalah mereka yang diam membisu melihat kemungkaran. tak mau melaksanakan amar ma'ruf nahi munkar. keduanya merupakan perangkap dan tipu daya syaitan.

     Maka, seorang muslim hendaknya berbicara. tetapi yang diucapkan mestilah yang baik-baik. Diam itu emas, bila dari berbicari tanpa guna, kata-kata yang menyakitkan hati orang, atau yang merugikan akhirat. Rasulullah Shalallahu'alihi Wa sallam bersabda," Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir hendaklah dia berbicara yang baik atau dia diam" (HR. Turmudzi).

Wallahu'alam bis Showab.

(pengingat diri yang terkadang lupa mengontrol lidah)

Selasa, 05 Juli 2011

بارك الله لكما وبارك الله عليكما وجمع بينكما في خير

SYAIR RENUNGAN SINGKAT UNTUK SUAMI ISTERI



Untuk Suami

Pernikahan atau perkawinan,
Menyingkap tabir rahasia
Isteri yang kamu nikahi tidaklah semulia Khadijah,
tidaklah setaqwa A’isyah
Pun tidaklah setabah Fatimah
Isterimu hanyalah wanita akhir zaman
Yang punya cita-cita menjadi shalihah

Pernikahan atau perkawinan,
Mengajar kita kewajiban bersama
Isteri menjadi tanah, engkaulah langit penaungnya
Isteri kiasan ternak, engkau gembalanya
Isteri bak murid, engkaulah sang mursyid
Isteri bagai anak kecil, engkaulah tempatnya bermanja

Saat isteri menjadi madu, teguklah ia sepuasnya
Seketika isteri menjadi racun, engkaulah penawar bisanya
Seandainya isteri tulang yang bengkok
Berhati-hatilah meluruskannya

Pernikahan atau perkawinan,
Menginsyafkan kita perlunya iman dan taqwa
Untuk belajar meniti sabar dan ridha Allah Ta’ala
Karena memiliki isteri tak sehebat mana,
Justru kamu akan tersentak dari alpa
Kamu bukanlah Rasulullah, pun bukanlah
Sayyidina Ali Karramallahu wajhah
Cuma suami akhir zaman
Yang berusaha menjadi shalih



Untuk Isteri


Pernikahan atau perkawinan,
Membuka tabir rahasia
Suami yang menikahi kamu
Tidaklah semulia Muhammad
Tidaklah setaqwa Ibrahim,
ataupun segagah Musa
Apalagi setampan Yusuf
Suamimu hanyalah lelaki akhir zaman
Yang punya cita-cita membangun keturunan yang shalih


Pernikahan atau perkawinan,
Mengajari kita kewajiban bersama
Suami menjadi pelindung, kamu penghuninya
Suami adalah nakhoda, kamu navigatornya
Suami bak balita yang nakal, kamu penuntun kenakalannya
Saat suami menjadi raja, kamu nikmati
Anggur singgasananya
Seketika suami menjadi bisa, kamulah penawar obatnya
Seandainya suami masinis yang lancang
Sabarlah mengingatkannya

Pernikahan atau perkawinan,
Mengajarkan kita perlunya iman dan taqwa
Untuk belajar meniti sabar dan ridha Allah Ta’ala
Karena memiliki suami tak segagah mana,
Justru kamu akan tersentak dari alpa
Kamu bukanlah Khadijah yang begitu sempurna dalam menjaga,
pun bukanlah Hajar yang begitu setia dalam sengsara,
Cuma wanita akhir zaman yang berusaha menjadi shalihah


Insya Allah ... Amin


(teruntuk temans yang baru dan yang akan melaksanakan setengah Dien :)

Minggu, 29 Mei 2011

Tentang Cinta dan Kehidupan...

Benci kepada taqdir Ilahi itu adalah satu dosa besar, dimurkai Allah, apalagi jika diceritakan kepada orang lain. Itu berarti mengadukan halnya dengan Tuhan kepada mahkluknya…
 
Harta adalah apa yg dimakan sampai kenyang, yg dipakai sampai lapuk dan yg di sumbangkan kepada orang lain. 

Mahluk yg paling mulia di dunia ini adalah manusia, dan bagian tubuh manusia yg paling mulia adalah hati…

Sayangilah semua yang di bumi. Pasti yang di langitpun akan menyayangimu. 

Selamatkan hatimu dengan bermurah hati dan menyayangi sesama maka surga akan menantimu…

Janganlah Anda sahabati kecuali orang yang dapat menyimpan rahasia dan menutup aibmu, mendampingi Anda dalam kesusahan, mendahulukan kepentinganmu, menyiarkan kebaikanmu dan tidak menyiarkan kejahatanmu. Kalau tiada engkau jumpai orang yang begitu, bertemanlah dengan dirimu sendiri…

Hati manusia ibarat cermin, sedangkan petunjuk Tuhan bagaikan cahaya. jika hati manusia benar-benar bersih niscaya ia akan bisa menangkap cahaya petunjuk Ilahi dan memantulkan cahaya tersebut ke sekitarnya…

Yang paling dekat itu kematian, yang paling jauh masa lalu, yang paling besar hawa nafsu, yang paling berat memegang amanah, yang paling ringan meninggalkan sholat dan yang paling tajam lidah manusia…Imam Al Ghazali

Dan pada suatu hari, Imam Al Ghozali berkumpul dengan murid-muridnya. Lalu Imam Al Ghozali bertanya;
 
Pertama, “Apa yang paling dekat dengan diri kita di dunia ini?”
Murid- muridnya menjawab, “Orang tua, guru, kawan ,dan sahabatnya“.
Imam Ghozali menjelaskan semua jawaban itu benar. Tetapi yang paling dekat dengan kita adalah “mati”. Sebab, sesuai dengan janji Allah SWT bahwa setiap yang bernyawa pasti akan mati.
[Ali Imran : 185]

Kedua,”Apa yang paling jauh dari diri kita di dunia ini?”
Murid-muridnya menjawab, “Negara Cina, bulan, matahari dan bintang-bintang”.
Lalu Imam Ghozali menjelaskan bahwa semua jawaban yang mereka berikan itu adalah benar. Tapi yang paling benar adalah “masa lalu”. Walau dengan cara apa sekalipun kita tidak dapat kembali ke masa lalu. Oleh sebab itu kita harus menjaga hari ini dan hari-hari yang akan datang dengan perbuatan yang sesuai dengan ajaran Agama.

Ketiga, “Apa yang paling besar di dunia ini?”
Murid-muridnya menjawab, “Gunung, bumi dan matahari”.
Semua jawaban itu benar, kata Imam Ghozali. Tapi yang paling besar dari yang ada di dunia ini adalah “hawa-nafsu” [Al-A'raaf :179]. Maka kita harus berhati-hati dengan nafsu kita, jangan sampai nafsu membawa kita ke neraka.

Keempat, “Apa yang paling berat di dunia ini?”
Ada yang menjawab, “Besi dan gajah…”
Semua jawaban adalah benar, kata Imam Ghozali, tapi yang paling berat adalah “memegang amanah” [Al-Ahzab : 72] Tumbuh-tumbuhan, binatang, gunung, dan malaikat semua tidak mampu ketika Allah SWT meminta mereka untuk menjadi kalifah [pemimpin] di dunia ini. Tetapi manusia dengan sombongnya menyanggupi permintaan Allah SWT, sehingga banyak dari manusia masuk ke neraka karena ia tidak dapat memegang amanahnya.

Kelima, “Apa yang paling ringan di dunia ini?”
Ada yang menjawab, “Kapas, angin, debu dan daun-daunan”.
“Semua itu benar”, kata Imam Ghozali. Tapi yang paling ringan di dunia ini adalah “meninggalkan sholat”. Gara-gara pekerjaan, kita meninggalkan sholat; gara-gara bermasyarakat, kita meninggalkan sholat.

Keenam, “Apakah yang paling tajam di dunia ini?”
Murid-muridnya menjawab dengan serentak, “pedang”.
“Benar”, kata Imam Ghozali. Tapi yang paling tajam adalah “lidah manusia“. Karena melalui lidah, Manusia selalunya menyakiti hati dan melukai perasaan saudaranya sendiri.

temans.....sungguh, dalam perjalanan hidup yang aku lalui, tidak terlintas keinginan untuk menyakiti hatimu, entah dengan sikapku, apalagi perkataanku,
namun temans.....pastilah perjalanan yang kita lalui bersama,suka ataupun duka, menorehkan kenangan,baik ataupun buruk,
manusia tidak ada yang sempurna, meski ALLAH yang Esa, menjadikan kita mahkluk yang paling sempurna,
untuk itu temans.....aku hanya ingin maafkanlah aku, apabila ada sikapku, perkataanku, becandaanku, bahasa tubuh dan lain-lain, yang tanpa kusadari, justru membuat dugaan-dugaan buruk yang menyebabkan hatimu TERLUKA.....please...tolong dimaafkan...

ternyata semakin benar.....setiap waktu kita butuh untuk evaluasi diri, agar semakin berhati-hati dalam sikap dan perkataan.....tidak semua orang paham akan yang kita mau, apa yang kita ingin lakukan, dan apa yang ada dikepala dan hati kita.

Yuuk temans.....kita bersama bergandengan tangan, melakukan, menanam dan menyebarkan KEBAIKAN, kita tinggalkan segala keburukan yang ada pada diri kita.....sehingga dengan begitu, ALLAH Ridho dengan kita.

UHIBBUKUM FILLAH.....
(dalam deraian air mata, diantara kebingungan ingin menulis apa)





Kamis, 21 April 2011

pengingat dari seorang teman

dapat pesan atau pengingat ini dari seorang teman, meski sudah lamaa tidak berjumpa dengannya, dan pengingat ini pernah aku baca sebelumnya, tetap saja senang dan terharu, dia masih mengingatku, jadi merenung, aku yang mana ya?



Aku khawatir terhadap suatu masa yang rodanya dapat menggilas keimanan

keyakinan hanya tinggal pemikiran yang tak berbekas dalam perbuatan

Banyak orang baik tapi tak berakal, ada orang berakal tapi tak beriman

Ada lidah fasih tapi berhati lalai, ada yang khusyu' namun sibuk dalam kesendirian

Ada ahli ibadah tapi mewarisi kesombongan iblis

Ada ahli maksiat rendah hati bagaikan sufi

Ada yang banyak tertawa hingga hatinya berkarat dan ada yang menangis karena kufur nikmat

Ada yang murah senyum tapi hatinya mengumpat, dan ada yang berhati tulus tapi wajahnya cemberut

Ada yang berlisan bijak, tapi tak memberi teladan, dan ada pezina tampil menjadi figur

Ada orang punya ilmu tapi tak faham, ada yang faham tapi tak menjalankan.

Ada yang pintar tapi membodohi, ada yang bodoh tak tau diri.

Ada orang beragama tapi tak berakhlaq, ada yang berakhlaq tapi tak ber-Tuhan.

"lalu diantara semua itu dimana aku berada?"

(Ali bin Abi Thalib ra)

Rabu, 06 April 2011

Tertawan Cinta



Ya Allah...
jika cinta adalah ketertawanan
tawanlah aku dengan cinta kepada-Mu
agar tak ada lagi yang dapat menawanku

Ya Allah...
jika rindu adalah rasa sakit
yang tak menemukan muaranya
penuhilah rasa sakitku
dengan rindu kepada-Mu
dan jadikan kematianku
sebagai muara pertemuan dengan-Mu

Ya Allah...
hatiku cukup untuk satu cinta
jika aku tak dapat mengisinya dengan cinta kepada-Mu
kemanakah wajahku hendak kusembunyikan dari-Mu ?

(dari karya M. Fauzil Adhim)

Sabtu, 12 Februari 2011

Eric Clapton/Tears in heaven

Would you know my name
If I saw you in heaven?
Would it be the same
If I saw you in heaven?
I must be strong
And carry on,
‘Cause I know I don’t belong
Here in heaven.
Would you hold my hand
If I saw you in heaven?
Would you help me stand
If I saw you in heaven?
I’ll find my way
Through night and day,
‘Cause I know I just can’t stay
Here in heaven.
Time can bring you down,
Time can bend your knees.
Time can break your heart,
Have you begging please, begging please.
[introlude]
Beyond the door,
There’s peace I’m sure,
And I know there’ll be no more
Tears in heaven.
Would you know my name
If I saw you in heaven?
Would it be the same
If I saw you in heaven?
I must be strong
And carry on,
‘Cause I know I don’t belong
Here in heaven




Minggu, 30 Januari 2011

Insya Allah you’ll find your way


Every time you feel like you cannot go on
You feel so lost and that you’re so alone
All you see is night
And darkness all around
You feel so helpless you can’t see which way to go


Don’t despair and never loose hope
Coz Allah is always by your side
Insha’Allah Insha’Allah Insha’Allah
You’ll find your way
Insha’Allah Insha’Allah Insha’Allah
You’ll find your way


Every time you commit one more mistake
You feel you can’t repent
And that it’s way too late
You’re so confuse
Wrong decisions you have made
Haunt your mind and your heart is full of shame 


Don’t despair and never loose hope
Coz Allah is always by your side
Insha’Allah Insha’Allah Insha’Allah
You’ll find your way
Insha’Allah Insha’Allah Insha’Allah
You’ll find your way


Turn to Allah
He’s never far away
Put your trust in Him
Raise your hands and pray
Oohh Ya Allah
Guide my steps don’t let me go astray
You’re the only one who can show me the way


Show me the way
Show me the way
Show me the way


Insha’Allah Insha’Allah Insha’Allah
We’ll find our way
Insha’Allah Insha’Allah Insha’Allah
We’ll find our way
Insha’Allah Insha’Allah Insha’Allah
You’ll find your way



Insya Allah - Maher zain



Terkadang Kamu merasa tidak kuat
menghadapi cobaan yg begitu dahsyat
Setiap kali Kamu merasa sangat kehilangan
Setiap kali Kamu merasa begitu sendirian
semua yang kau lihat hanyalah kegelapan
dan rasa kehilangan yang begitu menyakitkan

Jangan pernah putus asa dan merasa sendiri
dalam mengarungi gelombang kehidupan ini
Jika kamu merasa tidak bisa bangkit kembali
dan kamu tidak mampu melihat jalan terbaik saat ini
yakinlah bahwa Tuhan selalu ada dimana kamu berdiri

Jika Allah berkehendak maka kamu akan menemukan jalanmu
Jika Allah berkehendak maka segalanya akan mudah untukmu
Jika Allah berkehendak maka tiada rasa gelisah didadamu
Jika Allah Berkehendak maka segalanya sesuai harapanmu

Tatkala kamu melakukan satu kesalahan
Janganlah kamu pernah kehilangan harapan
taubatlah kepadanya tuhan yang maha bijaksana
angkatlah tanganmu memohon ampunan darinya

Jangan putus asa dan kehilangan kepercayaanmu
Sebab Allah SWT itu selalu ada di sampingmu
Insya Allah kamu akan menemukan jalanmu
Insya Allah kamu akan menemukan jalanmu

kembalilah kepada sang maha pencipta
Dia yang tidak pernah jauh dari kita
percayalah padanya dan jangan pernah ragu
berdoalah,Ya Allah bimbinglah langkahku
jangan biarkan aku tersesat dan berpaling darimu
karna hanya Kau satu-satunya yang menunjukkan jalan hidupku
في شوق جدا
توغلت حتى العظم
في الدموع
آمل ان تمر... آمين

Minggu, 16 Januari 2011

SYUKURKU



Syukurku


Ada semerbak wangi
saat khusyu’
merendai cinta
dalam alunan tembang sunyi

Rabbanaa…
Kau begitu setia temaniku
dengarkan keluh, hentikan peluh
dan benamkan aku
dalam semburat Maha bagus-Mu
Sungguh…bagiku itu terlalu
hingga paksa aku susun rindu
sebuti sembilan-sembilan-MU
(Duhai CINTA-ku
Teramat hebat inginku pada-Mu)

Rabbanaa…
Tiada yang dapat kubanggakan
Dihadapan-Mu
Selautan syukurku
Hanya setetes dari nikmat-Mu

…tiada yang kami tahu
Selain dari yang Engkau
Ajarkan kepada kami…

(Diilhami dari Puji Munajatku, Sayati)

Renungan 14 Januari 2011 : dalam kesendirian