Minggu, 29 Mei 2011

Tentang Cinta dan Kehidupan...

Benci kepada taqdir Ilahi itu adalah satu dosa besar, dimurkai Allah, apalagi jika diceritakan kepada orang lain. Itu berarti mengadukan halnya dengan Tuhan kepada mahkluknya…
 
Harta adalah apa yg dimakan sampai kenyang, yg dipakai sampai lapuk dan yg di sumbangkan kepada orang lain. 

Mahluk yg paling mulia di dunia ini adalah manusia, dan bagian tubuh manusia yg paling mulia adalah hati…

Sayangilah semua yang di bumi. Pasti yang di langitpun akan menyayangimu. 

Selamatkan hatimu dengan bermurah hati dan menyayangi sesama maka surga akan menantimu…

Janganlah Anda sahabati kecuali orang yang dapat menyimpan rahasia dan menutup aibmu, mendampingi Anda dalam kesusahan, mendahulukan kepentinganmu, menyiarkan kebaikanmu dan tidak menyiarkan kejahatanmu. Kalau tiada engkau jumpai orang yang begitu, bertemanlah dengan dirimu sendiri…

Hati manusia ibarat cermin, sedangkan petunjuk Tuhan bagaikan cahaya. jika hati manusia benar-benar bersih niscaya ia akan bisa menangkap cahaya petunjuk Ilahi dan memantulkan cahaya tersebut ke sekitarnya…

Yang paling dekat itu kematian, yang paling jauh masa lalu, yang paling besar hawa nafsu, yang paling berat memegang amanah, yang paling ringan meninggalkan sholat dan yang paling tajam lidah manusia…Imam Al Ghazali

Dan pada suatu hari, Imam Al Ghozali berkumpul dengan murid-muridnya. Lalu Imam Al Ghozali bertanya;
 
Pertama, “Apa yang paling dekat dengan diri kita di dunia ini?”
Murid- muridnya menjawab, “Orang tua, guru, kawan ,dan sahabatnya“.
Imam Ghozali menjelaskan semua jawaban itu benar. Tetapi yang paling dekat dengan kita adalah “mati”. Sebab, sesuai dengan janji Allah SWT bahwa setiap yang bernyawa pasti akan mati.
[Ali Imran : 185]

Kedua,”Apa yang paling jauh dari diri kita di dunia ini?”
Murid-muridnya menjawab, “Negara Cina, bulan, matahari dan bintang-bintang”.
Lalu Imam Ghozali menjelaskan bahwa semua jawaban yang mereka berikan itu adalah benar. Tapi yang paling benar adalah “masa lalu”. Walau dengan cara apa sekalipun kita tidak dapat kembali ke masa lalu. Oleh sebab itu kita harus menjaga hari ini dan hari-hari yang akan datang dengan perbuatan yang sesuai dengan ajaran Agama.

Ketiga, “Apa yang paling besar di dunia ini?”
Murid-muridnya menjawab, “Gunung, bumi dan matahari”.
Semua jawaban itu benar, kata Imam Ghozali. Tapi yang paling besar dari yang ada di dunia ini adalah “hawa-nafsu” [Al-A'raaf :179]. Maka kita harus berhati-hati dengan nafsu kita, jangan sampai nafsu membawa kita ke neraka.

Keempat, “Apa yang paling berat di dunia ini?”
Ada yang menjawab, “Besi dan gajah…”
Semua jawaban adalah benar, kata Imam Ghozali, tapi yang paling berat adalah “memegang amanah” [Al-Ahzab : 72] Tumbuh-tumbuhan, binatang, gunung, dan malaikat semua tidak mampu ketika Allah SWT meminta mereka untuk menjadi kalifah [pemimpin] di dunia ini. Tetapi manusia dengan sombongnya menyanggupi permintaan Allah SWT, sehingga banyak dari manusia masuk ke neraka karena ia tidak dapat memegang amanahnya.

Kelima, “Apa yang paling ringan di dunia ini?”
Ada yang menjawab, “Kapas, angin, debu dan daun-daunan”.
“Semua itu benar”, kata Imam Ghozali. Tapi yang paling ringan di dunia ini adalah “meninggalkan sholat”. Gara-gara pekerjaan, kita meninggalkan sholat; gara-gara bermasyarakat, kita meninggalkan sholat.

Keenam, “Apakah yang paling tajam di dunia ini?”
Murid-muridnya menjawab dengan serentak, “pedang”.
“Benar”, kata Imam Ghozali. Tapi yang paling tajam adalah “lidah manusia“. Karena melalui lidah, Manusia selalunya menyakiti hati dan melukai perasaan saudaranya sendiri.

temans.....sungguh, dalam perjalanan hidup yang aku lalui, tidak terlintas keinginan untuk menyakiti hatimu, entah dengan sikapku, apalagi perkataanku,
namun temans.....pastilah perjalanan yang kita lalui bersama,suka ataupun duka, menorehkan kenangan,baik ataupun buruk,
manusia tidak ada yang sempurna, meski ALLAH yang Esa, menjadikan kita mahkluk yang paling sempurna,
untuk itu temans.....aku hanya ingin maafkanlah aku, apabila ada sikapku, perkataanku, becandaanku, bahasa tubuh dan lain-lain, yang tanpa kusadari, justru membuat dugaan-dugaan buruk yang menyebabkan hatimu TERLUKA.....please...tolong dimaafkan...

ternyata semakin benar.....setiap waktu kita butuh untuk evaluasi diri, agar semakin berhati-hati dalam sikap dan perkataan.....tidak semua orang paham akan yang kita mau, apa yang kita ingin lakukan, dan apa yang ada dikepala dan hati kita.

Yuuk temans.....kita bersama bergandengan tangan, melakukan, menanam dan menyebarkan KEBAIKAN, kita tinggalkan segala keburukan yang ada pada diri kita.....sehingga dengan begitu, ALLAH Ridho dengan kita.

UHIBBUKUM FILLAH.....
(dalam deraian air mata, diantara kebingungan ingin menulis apa)